Tugas UAS 3 – Pengantar Ilmu Komunikasi

Sebutkan 5 contoh konflik organisasi dalam perusahaan dan bagaimana cara penyelesaiannya. 

1 . DPC Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sukoharjo menuntut masalah peselisihan antara buruh dengan manajemen PT Sami Surya Indah Plastik (SSIP) di Pandeyan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah diselesaikan secepatnya. Buruh dinilai mendapat perlakuan tak adil setelah diberhentikan sepihak. 

Terkait masalah itu DPC SBSI bersama buruh mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan DPRD Sukoharjo. Kedua institusi di lingkungan Pemkab Sukoharjo itu pun memfasilitasi pertemuan dengan pihak perusahaan dan BPJS yang dihadirkan di gedung Dewan

Sementara itu, HRD PT SSIP, Hendro, mengatakan soal kejelasan nasib ketiga buruh dan pekerja lainnya termasuk permintaan mengikutsertakan dalam BPJS, pihaknya belum bisa memberikan jawaban. Menurut dia, hal itu membutuhkan pembicaraan lanjut dengan pimpinan perusahaan.

Solusi : Disnaker seharus nya lebih jeli lagi terhadap perusahaan-perusahaan nakal yang tifak mengikuti undang-undang ketenaga kerjaan , dan sudah seharus nya untuk selalu mengadakan sidak ke setiap perusahaan-perusahaan yang mempunyai pabrik di dalam per industrian , melakukan audit terhadap kontrak-kontrak karyawan yang memang sudah seharus nya untuk di angkat menjadi karyawan tetap, bukan ber status kontrak secara terus menerus apalagi masa kontrak sudah lebih dari 10 tahun.

2. Seperti kita ketahui bahwa dari kasus bank century yang pailid yang mengakibatkan banyak nasabahnya mengalami kerugian dengan kehilangan uang mereka yang mereka tabungkan di Bank Century. dalam hal ini jelas konflik tersebut sangat merugikan nasabah, karna pihak Bank Century sendiri pun tidak serta merta bertanggung jawab atas kehilangan atau kerugian yang dialami oleh para nasabahnya. tidak ada ganti rugi yang diberikan oleh pihak Bank Century.

Kasus ini semakin menjadi perbincangan dimasyarakat karena nasabah bank tersebut, uangnya semakin tidak jelas, dalam arti tidak bisa kembali. Kasus Bank century yang kini berubah naman menjadi bank mutiara sarat dengan politik, dimana sekarang Kebenaran politik bergantung siapa berkuasa, kebenaran hukum bergantung debat pasal dan kebenaran obyektif ditentukan dasar teori dan bukti empiris.

Solusi : Konflik ini bisa diselesaikan dengan mengembalikan uang-uang para nasabah agar tidak ada lagi tuntutan dan keributan yang akan terjadi yang disebabkan oleh parah ex nasabah bank century yang sampai dengan detik ini permsalahan tersebut tidak kunjung selesai.

3. konflik yang terjadi antara mayarakat desa Tumbang Dahui denga perusahaan PT.Indexin dan PT.SindoLumber disebabkan dengan hal-hal seperti berikut:

  1. Masalah tata batas yang tidak jelas dari 2 belah pihak
  2. Pelanggaran adat yang disebabkan perusahaan tersebut
  3. Ketidakadilan aparat hukum dalam menyelsaikan persoalan
  4. Hancurnya penyokong antara masyarakat adat dan masyarakat hutan akibat rusak dan sempitnya hutan
  5. Tidak ada kontribusi positif pengelola hutan dengan masyarakat adat dan masyarakat di sekitar hutan.
  6. Perusahaan tidak melibatkan masyarakat adat dan masyarakat disekitar hutan dalam pengusahaan hutan.

Solusi : Seharusnya,aparat keamanan yang bertugas melindungi masyarakat bisa menindak lanjuti kedua perusahaan tersebut,karena perusahaan PT.Indexin dan PT.Sindo Lumber telah melanggar tentang pengelolaan hutan.Kedua perusahaan tersebut telah membabat habis hutan di kawasan gunung lumut tersebut, apalagi hutan tersebut merupakan hutan lindung. Selain itu aparat kemanan juga dapat menangkap oknum BPD tersebut, karena oknum tersebut terlibat langsung dalam kerjasama dengan kedua perusahaan tersebut. Oknum ini harusnya menghalangi tindakan kedua perusahaan tersebut dalam pembabatan hutan.

4. Ketika Putera Sampoerna mengumumkan menjual nyaris seluruh saham HM Sampoerna miliknya kepada Philip Morris Indonesia pada 2005 silam, banyak orang tercengang. Pasalnya, generasi ketiga keluarga Sampoerna itu menjual 97% kepemilikan di perusahaan senilai Rp18,5 triliun. Kini, keluarga Sampoerna tak lagi mengurusi bisnis asap. Terjadilah konflik pertentangan antar keluaraga (Generasi ke 3) pemilik dari PT HM Sampoerna, Lewat bendera Sampoerna Strategic, Putera menggunakan dana tersebut untuk menggarap sektor properti, infrastruktur, dan agrobisnis.
Akan tetapi, corporate culture yang ditanamkan keluarga Sampoerna di HM Sampoerna masih terus bertahan hingga kini. Bahkan, Martin King, presdir PT HM Sampoerna Tbk., yang berasal dari Philip Morris, pernah berseloroh tidak akan mengubah budaya perusahaan. “Budaya Sampoerna sudah kuat dan berhasil membuat perusahaan itu tumbuh besar.

Solusi : Sebuah organisasi, tentu tidak akan pernah menjadi besar jika anggotanya hanya berfikir bahwa keberadaanya dalam organisasi tersebut hanya didasarkan atas kesamaan nasib belaka. Tentu dalam perjalananya anggota organisasi yang seperti itu haruslah melakukan redefinisi atas eksistensinya tersebut.

5. Konflik antara perusahaan dan para buruh yang terjadi di PT. Tjiwi Kimia tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya, pada tahun 2012 juga pernah terjadi konflik antara perusahaan dengan buruh yang disebabkan oleh adanya pemutusan hak kerja (PHK) secara sepihak yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Sebagai reaksi atas pemutusan secara sepihak tersebut, para buruh kemudian melakukan demo untuk menuntut hak kerja mereka. Pasca terjadinya demo tersebut, perusahaan tetap tidak memenuhi tuntutan dari para buruh yang telah di PHK, total buruh yang di PHK oleh Tjiwi Kimia pada saat itu berjumlah sebanyak 72 buruh terhitung sejak bulan Februari hingga Maret 2014

Solusi : Kepentingan semu dari kelompok semu pada gilirannya mulai mengalami aktualisasi secara kolektif menuju menjadi kepentingan yang terwujudkan (manifest interest). Proses penyadaran dilakukan oleh beberapa orang yang terlebih dulu mengerti kepentingan yang harus diperjuangkan. Mereka menciptakan kelompok yang benar-benar sadar pada kepentingan bersama dan perlu diperjuangkan. Proses ini menumbuhkan bentuk kesadaran pada kepentingan yang nyata, yaitu lepas dari ketertindasan. Pada fase inilah terjadi proses pembentukan kelompok terorganisir, kelompok kepentingan (interest groups), (ICAs) yang siap melakukan gerakan perlawanan terhadap posisi dominan kelompok teorganisir lainnya. Seperti kelompok terorganisir buruh terhadap kelompok terorganisir pengusaha.

Tugas UAS 2 – Pengantar Ilmu Komunikasi

Soal 2
Dalam teori komunikasi terdapat fungsi utama bahasa yang dapat dipakai sebagai pedoman di dalam tindakan manusia diantaranya adalah fungsi : Pribadi, Kontrol, Referensial, Imajinatif dan Manajemen Identitas.
Jelaskan dan berikan contoh ?

  • Fungsi Pribadi
    Fungsi pribadi adalah fungsi-fungsi komunikasi yang ditunjukkan melalui perilaku komunikasi yang bersumber dari seorang individu.
    Contoh : Pendeta Budha Jepang menyatakan identitas melalui baju yang dikenakan Menyatakan Identitas Sosial. Dalam proses komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu yang digunakan untuk menyatakan identitas sosial. Perilaku itu dinyatakan melalui tindakan berbahasa baik secara verbal dan nonverbal. Dari perilaku berbahasa itulah dapat diketahui identitas diri maupun sosial, misalnya dapat diketahui asal-usul suku bangsa, agama, maupun tingkat pendidikan seseorang. Menyatakan Integrasi Sosial Inti konsep integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi, antarkelompok namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap unsur.
  • Fungsi Kontrol
    Dalam pandangan fungsi kontrol adalah sebagai cara untuk mengetahui apakah orang lain tetap sesuai pada jalur yang di tetapkan oleh kita atau tidak, dan juga mengetahui bagaimana keadaan orang lain sehingga kita bisa memutuskan sesuatu yang sesuai dengan keadaan orang tersebut.
    Contoh : Tanpa adanya fungsi kontrol dalam komunikasi bisnis, operasional organisasi tidak dapat berjalan secara efektif. Fungsi kontrol dalam konteks komunikasi bisnis, artinya mengkomunikasikan atau yang harus dikerjakan atau tidak harus dikerjakan oleh oleh bawahan atau manajer sekali pun. Fungsi ini dapat berjalan efektif bila (1) informasi yang disampaikan jelas, akurat dan tidak mengandung ambiguitas yang berlebihan; (2) komunikasi yang dilakukan sekaligus memperkaya skill bawahan; (3) bahwa mampu menggunakan informasi tersebut; (4) membuka saluran umpan-balik.

 

  • Fungsi Referensial
    Fungsi referensial disebut juga  sebagai fungsi kognitif, denotatif, informatif, dan fungsi representasional.  Fungsi ini berkaitan dengan suatu konteks dalam komunikasi. Yang dimaksud dengan fungsi referensial adalah fungsi bahasa sebagai alat untuk membicarakan suatu objek/referensi. Objek tersebut dapat berupa sebuah peristiwa, benda, manusia atau apapun yang dijadikan bahan percakapan.
    Contoh : ketika seseorang ingin bercerita tentang pesawat  Garuda yang terbakar di lapangan terbang Adi Sucipto, orang tersebut tidak perlu repot-repot menunjukkan foto atau gambar kebakaran pesawat tersebut karena bahasa dapat mewakilinya. Bahasa dapat menjadi referen atas apa yang dibicarakan tersebut. Mengapa demikian? Karena bahasa mempunyai kata-kata yang dapat merujuk pada sesuatu di luar bahasa tersebut. Ketika seseorang menyebut pesawat Garuda dalam benak pendengar sudah terdapat memori atau skemata tentang ‘pesawat garuda’ tersebut. Demikian pula ketika seseorang bercerita tentang kondisi Indonesia yang semakin terpuruk akibat bencana yang terus melanda, hal tersebut dapat dilakukan dengan enak meskipun tanpa harus menghadirkan objek yang dibicarakan karena bahasa mempunyai fungsi referensial.

 

  • Fungsi Imajinatif
    Fungsi imajinatif bahasa bertindak untuk menciptakan sistem-sistem  atau gagasan-gagasan imajiner. Bahasa dalam fungsi ini digunakan untuk menyampaikan cerita secara lisan tentang  cerita, cerita novel, membuat cerita  lelucon, dan sebagainya. Contoh : Melalui dimensi-dimensi imajinatif bahasa kita bebas menjelajah ke seberang  dunia yang nyata membumbung tinggi ke atas ketinggian keindahan bahasa itu sendiri, dan melalui bahasa itu kita juga bisa menciptakan mimpi-mimpi yang mustahil, kalau kita menginginkannya.

 

  • Fungsi Manajemen Identitas

    Manajemen identitas merupakan suatu teori yang menunjukkan bagaimana sebuah identitas di ciptakan, diatur, dan diubah dalam sebuah ikatan hubungan. Dalam proses untuk membentuk identitas, kita tidak akan bisa lepas dari sebuah hasrat untuk membentuk identitas itu sendiri. Little john and foss mendefinisikan lebih spesifik mengenai hasrat tersebut dengan istilah face, dan kinerja face yang dikembangkan dalam hubungan dengan pasangan disebut sebagai face work. Face dapat didukung atau diancam, keduanya dapat terjadi dalam suatu hubungan.
    Contoh : T
    erdapat standarisasi yang universal dalam kompetensi budaya mengenai apa yang disebut dengan kemampuan seseorang untuk berperilaku secara e”ekti” dan sesuai (effective and appropriate) namun, budaya yang berbeda tentunya memiliki ekpektasi yang berbeda pula mengenai perilaku komunikasi yang dianggap efektif dan sesuai. Kompetensi komunikasi antar budaya juga bersifat sinergis karena individu yang saling berinteraksi mampu menegosiasikan cara berkomunikasi yang khas dari masing-masing individu untuk kemudian disepakati sebagai sebuah komunikasi yang kompeten.

Tugas Uas 1 – Pengantar Ilmu Komunikasi

Teori-teori komunikasi antar pribadi umumnya memfokuskan pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationships), percakapan (discourse), interaksi (interacton) dan karakteristik (Charateristics) sang komunikator. Jelaskan dan berikan 5 Contoh

Diantara semua pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki manusia, komunikasi termasuk yang paling penting dan berguna.
Definisi Komunikasi Antarpribadi
Tiga rancangan utama definisi komunikasi antar pribadi:
1. Definisi berdasarkan komponen (componential)
2. Definisi berdasarkan hubungan diadik (relational [dyadik])
3. Definisi berdasarkan Pengembangan (Development)

 

  1. Definisi berdasarkan komponen (componential)

Penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (lihat komponen2 komunikasi)

2. Definisi berdasarkan hubungan dyadik (relational)

Komunikasi yang berlangsung diantara 2 orang yang mempunyai hubungan yang mantap dan jelas. Misal : pramuniaga-pelanggan, orang tua-anak, wawancara 2 orang, dan sebagai nya.
Hampir tidak mungkin komunikasi dydic bukan Komunikasi Antar Pribadi bahkan orang asing yg menanyakan alamat termasuk komunikasi antar pribadi
Diperluas sampai sekelompok kecil orang ( 3 atau 4 orang).
Ciri2 komunikasi dyadik:
a. Peserta komunikasi berada dlm jarak yg dekat
b. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan (verbal, non
c. verbal)
d. Keberhasilan komunikasi menjadi tanggung jawab para peserta komunikasi
e. Kedekatan hubungan peserta komunikasi tercermin pd jenis – jenis pesan atau respon nonverbal
f. mereka seperti sentuhan, tatapan yg ekspresif, dan jarak fisik yg dekat
g. Komunikasi antarpribadi mungkin didominasi oleh satu pihak

3. Definisi berdasarkan pengembangan
Komunikasi antar pribadi dimulai dari komunikasi yang bersifat tak pribadi (impersonal) menjadi komunikasi pribadi atau intim
Menurut Deddy Mulyana:
Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara orang-orangsecara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung baik verbal maupun non verbal.
Berikut adalah contoh-cotoh nya :
1. Mengenal diri sendiri dan orang lain
memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri, belajar bagaimana dan sejauh mana terbuka pada orang lain serta mengetahui nilai, sikap dan perilaku orang lain sehingga kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
2. Mengetahui dunia luar
Komunikasi antar pribadi memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek, kejadian dan orang lain. Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh komunikasi antar pribadi.
3. Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Komunikasi antar pribadi yang kita lakukan banyak bertujuan untuk menciptakan dan memelihara hubungan yang baik dengan orang lain. Hubungan tersebut membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih berfikir positif terhadap diri sendiri.
4. Mengubah sikap dan perilaku
Banyak waktu yang kita pergunakan untuk mengubah atau mempersuasi orang lain melalui Komunikasi Antar Pribadi.
5. Membantu Orang Lain
Psikiater, Psikologi klinik dan ahli terapi dalah contoh-contoh profesi yang menggunakan Komunikasi antar pribadi untuk menolong orang lain. Memberikan nasihat dan saran kepada teman juga merupakan contoh tujuan proses komunikasi antar pribadi untuk membantu orang lain.

 

Soal UTS “Pengantar Ilmu Komunikasi ” PR 27

  1. Bagaimana komunikasi itu terjadi, ceritakan bagaiman usaha seseorang yang hidup sendiri dihutan dan memerlukan bantuan orang lain, sebuah cerita tentang seseorang yang mendorong batu besar namun tidak bisa mendorong batu itu karena tenaganya terbatas, lalu meminta bantuan orang lain (minimal 500 kata)

Pada hakekatnya proses terjadinya komunikasi menurut Onong U. Effendy adalah proses penyampaian pikiran atau gagasan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran tersebut bisa merupakan gagasan, informasi, opini dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Pikiran bersama perasaan yang akan disampaikan kepada orang lain itu oleh Walter Lippman dinamakan picture in our head, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana caranya agar “gambaran dalam benak” dan “isi kesadaran” pada komunikator itu dapat dimengerti, diterima dan bahkan dilakukan oleh komunikan.

Pikiran yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan dalam komunikasi disebut pesan. Agar komunikasi berjalan dengan lancar maka Wilbur Schramm dalam karyanya “communication research in the United States”menyatakan bahwa: “Komunikasi akan berhasil apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference), yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection experience and meanings) yang pernah diperoleh oleh komunikan”. (Effendy, 1986:34)

Menurut Schramm, bidang pengalaman (field of experience) merupakan faktor yang penting dalam komunikasi. Jika pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, maka komunikasi akan berlangsung lancar.

Secara umum komunikasi bisa terjadi jika ada :

  1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan (materi)
    Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseoarang dengan harapan dapat dipahami oleh jorang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkan nya. pesan adalah informasi yang akan disampaikan dan di expresikan oleh pengirim pesan. pesan dapat verbal ataupun non verbal. dan pesan akan efektif bila di organisir secara baik dan jelas.Materi pesan dapat berupa :
    a. Informasi
    b. Ajakan
    c. Rencana Kerja
    d, Pertanyaan dan sebagainya
  2. Simbol / Isyarat
    Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manjajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah, sikap, prilaku, atau menunjukan arah tertentu).
  3. Media / penghubung
    adalah alat untuk penyampaian pesan seperti : TV, radio, surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
  4. Mengartikan kode / Isyarat
    setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata, dan seterusnya) maka sipenerima pesan harus dapat mengartikan simbol / kode dari pesan tersebut, sehingga dapat di mengerti / di pahaminya.
  5. Penerima pesan
    Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami dari si pengirim meskipun dalam bentuk kode / isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim.
  6. Balikan (feedback)
    Balikan adalah isyrat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun non verbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesan nya terhadap sipenerima pesan hal ini kpenting bagi Manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar  dan tepat.

7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya

Ada sebuah kisah mengenai asal muasal terjadi nya komunikasi, pada jaman dahulu kala ada sebuah kisah seorang manusia di tengah hutan ingin mendorong batu besar sendirian namun usaha nya itu sia-sia sehinggan orang tersebut menoleh kekanan kekiri kedepan kebelakang untuk mencari bantuan , dan dia pun meminta pertolongan kepada orang yang kebetulan lewat di hutan tersebut dengan bahasa isyarat, setelah batu tersebut berhasil di dorong dan di pindahkan akhir nya dua orang tersebut merayakan keberhasilan mereka dan merekapun membuat kesepakatan untuk tinggal di suatu tempat dan saling bertetangga dan saling mencintai , dari sana kehidupan mereka pun berkembang menjadi suatu keluarga besar dan sejak saat itu terjadilah kehidupan Social Cultural” diantara mereka.

2. Berikan Contoh nyata sebagai aplikasi dari 7 tradisi komunikasi menurut Steven W. Littejohn 500 kata.

  1. Tradisi Sosio Psikologi (Komunikasi sebagai pengaruh antar pribadi)
    Tradisi sosio psikologi merupakan contoh dari perspektif ilmiah atau objektif. Dalam tradisi ini kebenaran komunikasi dapat ditemukan dengan teliti -penelitian yang sistematis. Tradisi ini melihat hubungan sebab akibat dalam memprediksi berhasil tidak nya perilaku komunikasi. Carl Hovland dari Universitas Yale meletakan dasar-dasar dari hal data empiris yang mengenai hubungan antara rangsangan komunikasi, kecenderungan audiens dan perubahan pemikiran dan untuk menyediakan sebuah kerangka awal untuk mendasari teori. Tradisi sosio-psikologi adalah jalan untuk menjawab pertanyaan “What can i do to get them change”
    Dalam kerangka “Who says what to whom and with what effect” dapat dibagi menjadi tiga sebab atau alasan dari variasi persuasif, yaitu :
    Who – Sumber dari pesan (keahlian dapat dipercaya)
    What – Isi dari pesan (Menarik dengan ketakutan, mengundang perbedaan pendapat)
    Whom – Karakteristik audiens (Kepribadian, dapat dikira untuk dipengaruhi)
    Efek utama yang di ukur adalah perubahan pemikiran yang dinyatakan dalam bentuk skala sikap baik sebelum maupun ssudah menerima pesan. Dalam hal ini kredibiltas sumber amat sangat menarik perhatian. Ada dua jenis dari kredibiltas, yaitu keahlian (expertness) dan karakter (character). Keahlian dianggap lebih penting daripada karakter dalam mendorong perubahan pemikiran.
  2. Tradisi Sibernatika (Komunikasi untuk memproses informasi)
    Tradisi sibernatika memandang komunikasisebagai mata rantai untuk menghubungkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu sistem. Tradisi sibernetika mencari jawaban atas pertanyaan “How can we get the bugs out of this system?”Ide komunikasi untuk memproses informasi dikuatkan oleh Claude Shannon dengan penelitiannya pada perusahaan Bell Telephone Company. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa informasi hilang pada setiap tahapan yang dilalui dalam proses penyampain pesan kepada penerima pesan. Sehingga pesan yang diterima berbeda dari apa yang dikirim pada awalnya. Bagi Shannon, informasi adalah sarana untuk mengurangi ketidakpastian. Tujuan dari teori informasi adalah untuk memaksimalkan jumlah informasi yang ditampung oleh suatu sitem. Dalam hal ini, gangguan (noise) mengurangi jumlah kapasitas informasi yang dapat dimuat dalam suatu sistem. Shannon mendeskripsikan hubungan antara informasi, gangguan (noise) dan kapasitas sistem dengan persamaan sederhana, yaitu : kapasitas sistem = informasi + gangguan (noise).
  3. Tradisi Retorika  (Komunikasi sebagai seni berbicara di depan umum)
    Ada enam keistimewaan karakteristik yang berpengaruh pada tradisi komunikasi retorika, yaitu :(1) sebuah keyakinan yang membedakan manusia dengan hewan dalam kemampuan berbicara,(2) sebuah kepercayaan diri dalam berbicara didepan umum dalam sebuah forum demokrasi,(3) sebuah keadaan dimana seorang pembicara mencoba mempengaruhi audiens melalui pidato persuasif yang jelas,

    (4) pelatihan kecakapan berpidato adalah landasan dasar pendidikan kepemimpinan,

    (5) sebuah tekanan pada kekuasaan dan keindahan bahasa untuk merubah emosi orang dan menggerakkannya dalam aksi, dan

    (6) pidato persuasi adalah bidang wewenang dari laki-laki.

  4. Tradisi Semiotika (Komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui tanda)
    Semiotika adalah ilmu mempelajari tanda. Tanda adalah sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atas sesuatu. Kata juga merupakan tanda, akan tetapi jenisnya spesial. Mereka disebut dengan simbol. Banyak teori dari tradisi semiotika yang mencoba menjelaskan dan mengurangi kesalah pahaman yang tercipta karena penggunaan simbol yang bermakna ambigu. Ambiguitas adalah keadaan yang tidak dapat dihindarkan dalam bahasa, dalam hal ini komunikator dapat terbawa dalam sebuah pembicaraan dalam suatu hal akan tetapi masing-masing memiliki interpretasi yang berbeda akan suatu hal yang sedang dibicarakan tersebut. Tradisi ini memperhatikan bagaimana tanda memediasi makna dan bagaimana penggunaan tanda tersebut untuk menghindari kesalah pahaman, daripada bagaimana cara membuat tanda tersebut.
  5. Tradisi Sosio Kultural (Komunikasi adala ciptaan realitas sosial)
    Tradisi sosio-kultural berdasar pada premis orang berbicara, mereka membuat dan menghasilkan kebudayaan. Kebanyakan dari kita berasumsi bahwa kata adalah refleksi atas apa yang benar ada. Cara pandang kita sangat kuat dibentuk oleh bahasa (language) yang kita gunakan sejak balita.Kita sudah mengetahui bahwa tradisi semiotika kebanyakan kata tidak memiliki kepentingan atau keterikatan logis dengan ide yang mereka representasikan. Paraahli bahasa dalam tradisi sosio-kultural menyatakan bahwa para pengguna bahasa mendiami dunia yang berbeda. Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorfdari University of Chicago adalah pelopor tradisi sosio-kultural. Dalam hipotesis penelitian mereka, linguistik adalah bagian dari struktur bentuk bahasa budaya yang berdasarkan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dunia nyata terlalu luas dan secara tidak sadar terbentuk pada bahasa kebiasaan (habits) dari kelompok.
  6. Tradisi Kritis (Komunikasi sebagai cerminan tantangan atas percakapan yang tidak adil)
    Tradisi kritis muncul di Frankfurt School Jerman, yang sangat terpengaruh dengan Karl marx dalam mengkritisi masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukan Frankfurt School, dilakukan analisa pada ketidaksesuaian antara nilai-nilai kebebasan dalam masyarakat liberal dengan persamaan hak seorang pemimpin menyatakan dirinya dan memperhatikan ketidakadilan serta penyalahgunaan wewenang yang membuat nilai-nilai tersebut hanya menjadi isapan jempol belaka.
    Teori-teori dalam tradisi kritis secara konsisten menentang tiga keistimewaan dari masyarakat sekarang, yaitu : (1) mengendalikan bahasa untuk mengabadikan ketidakseimbangan wewenang atau kekuasaan, (2) peran media dalam mengurangi kepekaan terhadap penindasan, dan (3) mengaburkan kepercayaan pada metode ilmiah dan penerimaan atas penemuan data empiris yang tanpa kritik.
  7. Tradisi Fenomenologi (Komunikasi sebagai pengalaman diri dengan orang lain melalui percakapan)
    Tradisi fenomenologi menekankan pada persepsi orang dan interpretasi setiap orang secara subjektif tentang pengalamannya. Para fenomenologist menganggap bahwa cerita pribadi setiap orang adalah lebih penting dan lebih berwenang daripada beberapa hipotesis penelitian atau aksioma komunikasi. Akan tetapi kemudian timbul masalah dimana tidak ada dua orang yang memiliki kisah hidup yang sama.

3. Ceritakan Model Communication menurut lasswell beserta contoh dan penjelasan setiap tahap.

Harold D. Lasswell, adalah ilmuwan politik yang juga tertarik mendalami komunikasi. Bidang studi yang ditekuninya terutama yang menyangkut propaganda dan komunikasi politik. Karena kontribusinya yang besar terhadap perkembangan ilmu komunikasi, ia dipandang sebagai satu dari empat yang mendapat sebutan The Founding Fathers.

Sumbangan pemikiran Lasswel dalam kajian teori komunikasi massa adalah identifikasi yang dilakukannya terhadap tiga fungsi dari komunikasi massa. Pertama adalah kemampuan media massa memberikan informasi yang berkaitan dengan lingkungan di sekitar kita, yang dinamakannya sebagai surveillance. Kedua, adalah kemampuan media massa memberikan berbagai pilihan dan alternatif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat, yang dinamakannya sebagai fungsi correlation. Ketiga adalah fungsi media massa dalam mensosialisasikan nilai-nilai tertentu kepada masyarakat, yang dalam terminologi Laswell dinamakan sebagai transmission.

Paradigma komunikasi Lasswell mengisyaratkan:

Komunikasi harus memiliki efek, yakni terjadinya perubahan perilaku audience, adalah :

  • Terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan (kognitif)
  • Terjadinya perubahan pada tingkat emosi/perasaan (afektif)
  • Terjadinya perubahan pada tingkat tingkah laku (psikomotor)

Menurut Lasswell persoalan komunikasi menyangkut lima pertanyaan sederhana, sebagai berikut:

Who (siapa/sumber)

Who dapat diartikan sebagai sumber atau komunikator yaitu, pelaku atau pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dan juga yang memulai suatu komunikasi. Pihak tersebut bisa seorang individu, kelompok, organisasi, maupun suatu Negara sebagai komunikator.

  1. Says what (pesan)

Says menjelaskan apa yang akan disampaikan atau dikomunikasikan kepada komunikan (penerima), dari komunikator (sumber) atau isi informasi.

  1. In which channel (saluran/media)

Suatu alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator (sumber) kepada komunikan (penerima) baik secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalu media cetak/elektronik).

  1. To whom (siapa/penerima)

Sesorang yang menerima siapa bisa berupa suatu kelompok, individu, organisasi atau suatu Negara yang menerima pesan dari sumber. Hal tersebut dapat disebut tujuan (destination), pendengar (listener), khalayak (audience), komunikan, penafsir, penyandi balik (decoder).

  1. With what effect (dampak/efek)

Dampak atau efek yang terjadi pada komunikan (penerima) seteleh menerima pesan dari sumber seperti perubahan sikap dan bertambahnya pengetahuan.

Contoh Mengaplikasikan Model Komunikasi Laswell

  • Presiden (siapa). Berbicara mengenai perubahan yang harus dilakukan pemimpin daerah untuk kemajuan daerahnya (apa). Melalui kampanye yang disiarkan melalui Televisi (saluran), kepada khalayak atau masyarakat (kepada siapa) dengan pengaruh yang terjadi khalayak mendapat pesan terhadap calon Gubernur memilihnya atau tidak memilihnya (efek).
  • Seorang tenaga kesehatan berbicara mengenai pentingnya cek gula darah sewaktu untuk deteksi dini Diabetes mellitus melalui penyuluhan kesehatan kepada masyarakat dengan pengaruh kepada masyarakat apakah akan melakukan cek gula darah atau tidak.Kekurangan dan kelebihan Model Komunikasi Lasswell :

Ø  Kelebihan dari model Lasswell

  1. Mudah dan simple
  2. Cocok untuk semua tipe komunikasi
  3. Konsep efeknya jelas

Ø  Kekurangan dari model Lasswell

  1. Feed back tidak disebutkan
  2. Pesan yang ditujukan tidak tentu jelas arahnya
  3. Linear Model

Fungsi komunikasi menurut Laswell

  1. The surveillance of the environment (pengamatan lingkungan)
  2. The correlation of the parts of society in responding to the environment (korelasi kelompok-kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi lingkungan
  3. The transmission of the social heritage from one generation to the next (transmisi warisan sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain).

4. Jelaskan apa korelasi “Komunikasi, Teknologi, Globalisasi dan Budaya”. 500 kata

Berkembangnya arus globalisasi jelas memberikan dampak pada kebudayaan manusia. Banyak yang terlihat jelas dalam perubahan dan pegeseran pola hidup masyarakat, yaitu:
a. Agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern;
b. Kehidupan berasaskan kebersamaan menjadi kehidupan individualis;
c. Kehidupan lamban menjadi kehidupan serba cepat;
d. Kehidupan berasaskan nilai sosial menjadi konsumeris menjadi materialis;
e. Kehidupan yang bergantung pada alam menjadi kehidupan yang menguasai alam

Teknologi  informasi dan komunikasi (TIK) adalah pendukung utama bagi terselenggaranya globalisasi. Dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi, informasi dalam bentuk apapun dan untuk berbagai kepentingan, dapat disebarluaskan dengan mudah sehingga dapat dengan cepat mempengaruhi cara pandang dan gaya hidup hingga budaya suatu bangsa. Kecepatan arus informasi yang dengan cepat membanjiri kita seolah-olah tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk menyerapnya dengan filter mental dan sikap kritis. Makin canggih dukungan teknologi tersebut, makin besar pula arus informasi dapat dialirkan dengan jangkauan dan dampak global. Oleh karena itu selama ini dikenal asas “kebebasan arus informasi” berupa proses dua arah yang cukup berimbang yang dapat saling memberikan pengaruh satu sama lain.

Namun perlu diingat, pengaruh globalisasi dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh positif yang dapat dirasakan dengan adanya Teknologi Informasi dan Teknologi  adalah peningkatan kecepatan, ketepatan, akurasi dan kemudahan yang memberikan efisiensi dalam berbagai bidang khususnya dalam masalah waktu, tenaga dan biaya. Sebagai contoh manifestasi Teknologi Informasi dan Komunikasi  yang mudah dilihat di sekitar kita adalah pengiriman surat hanya memerlukan waktu singkat, karena kehadiran surat elektronis (email), ketelitian hasil perhitungan dapat ditingkatkan dengan adanya komputasi numeris, pengelolaan data dalam jumlah besar juga bisa dilakukan dengan mudah yaitu dengan basis data (database), dan masih banyak lagi.

a. Aspek Positif
Beberapa aspek positif dari perkembangan teknologi dan arus globalisasi”
1) Pola Hidup yang serba cepat
Teknologi memberikan manfaat waktu bagi masyarakat, misalnya dalam bidang pertanian, petani yang awalnya memanen padinya 6 bulan sekali sekarang sudah dapat memanenkan 3 bulan sekali, kemudian dalam bidang makanan bnayk produk makanan siap saji (serba instant).
2) Pesatnya Perkembangan Informasi dan Transformasi
Manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan adanya perkembangan informasi sangat banyak, misalnya dengan adanya internet anda dapat mencari ilmu pengetahuan secara grats dan berlimpah.
Selain itu, perkembangan teknologi transformasi yang semakin cepat dan akurat, misalnya dengan adanya pesawat terbang kita dapat lebih cepat
3) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Melimpah
Dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam akan memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat, misalnya pemanfaatan sumber daya emas oleh PT Freport di Papua akan memberiakan peluang pekerja bagi masyarakat Papua itu sendiri.

Sedangkan pengaruh negatif yang bisa muncul karena adanya Teknologi Informasi  Komunikasi, misalnya dari globalisasi aspek ekonomi, terbukanya pasar bebas memungkinkan produk luar negeri masuk dengan mudahnya. Dengan banyaknya produk luar negeri dan ditambahnya harga yang relatif lebih murah dapat mengurangi rasa kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.

b. Aspek Negatif
Perkembangan teknologi juga emberikan dampak negatif bagi kebudayaan masyarakat, dampak tersebut sebagai berikut:
1) Beralihnya Masyarakat Agraris Menjadi Masyarakat Industri Modern
Banyak industri modern berdampak pada kebutuhan tenga kerja yang sangatr banyak sehingga masyarakat yang awalnya bekerja sebagai petani beralih pekerjaan menjadi buruh pabrik.
2) Perubahan dari kehidupan Berasaskan Kebersamaan Menjadi Kehidupan Individualis.
Hal ini terjadi karena kesibukan masyarakat yang sudah bersifat materialistis dan melupakan kehidupan sosialnya.
3) Masuknya Pola Hidup budaya barat
Dampak Negatifnya seperti masuknya budaya barat yang bertolak belakang dengan budaya timur yang sederhana, sopan, dan santun.

Pada hakikatnya teknologi diciptakan, sejak dulu hingga sekarang ditujukan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik pada saat manusia bekerja, berkomunikasi, bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan pelik yang timbul di masyarakat. TIK tidak hanya membantu dan mempermudah manusia tetapi juga menawarkan cara-cara baru di dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya.

Budaya atau kebudayaan adalah kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dll ) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan.

Jadi bagaimana Teknologi Informasi Komunikasi dapat mempengaruhi nilai-nilai yang telah tumbuh di masyarakat dalam suatu bangsa itu sangat tergantung dari sikap masyarakat tersebut. Seyogyanya, masyarakat harus selektif dan bersikap kritis terhadap Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berkembang sangat pesat, sehingga semua manfaat positif yang terkandung di dalam TIK mampu dimanifestasikan agar mampu membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat, dan efek negatif dapat lebih diminimalkan.

5. Jelaskan  apa itu Presepsi menurut pengertian teori-teori para pakar dan bandingkan dengan apa yang di maksud oleh MRG di kelas tentang kesimpulannya tentang presepsi.

Proses Terbentuknya Persepsi

Proses pembentukan persepsi diawali dengan masuknya sumber melalui suara, penglihatan, rasa, aroma atau sentuhan manusia, diterima oleh indera manusia (sensory receptor) sebagai bentuk sensation. Sejumlah besar sensation yang diperoleh dari proses pertama diatas kemudian diseleksi dan diterima. Fungsi penyaringan ini dijalankan oleh faktor seperti harapan individu, motivasi, dan sikap.Sensation yang diperoleh dari hasil penyaringan pada tahap kedua itu merupakan input bagi tahap ketiga, tahap pengorganisasian sensation. Dari tahap ini akan diperoleh sensation yang merupakan satu kesatuan yang lebih teratur dibandingkan dengan sensation yang sebelumnya.

Tahap keempat merupakan tahap penginterpretasian seperti pengalaman, proses belajar, dan kepribadian. Apabila proses ini selesai dilalui, maka akan diperoleh hasil akhir berupa Persepsi.

Secara etimologis, persepsi atau perception berasal dari bahasa Latin perceptio; dari percipere, yang artinya menerima atau mengambil (Alex Sobur, 2003: 45).

Menurut Bimo Walgito (2010: 99), persepsi merupakan suatu proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris. Namun proses itu tidak berhenti begitu saja, melainkan stimulus tersebut diteruskan dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi. Karena itu proses persepsi tidak dapat lepas dari proses penginderaan merupakan proses pendahulu dari proses persepsi.

Menurut Moskowitz dan Orgel (Bimo Walgito, 2010: 100) persepsi merupakan proses yang integrated dalam diri individu terhadap stimulus yang diterimanya. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa persepsi itu merupakan pengorganisasian, penginterpretasian terhadap stimulus yang diinderanya sehingga merupakan sesuatu yang berarti, dan merupakan respon yang integrated dalam diri individu.

Selain itu menurut Davidoff (Bimo Walgito, 2010: 100) dengan persepsi individu akan menyadari tentang keadaan di sekitarnya dan juga keadaan diri sendiri.

Lain halnya dengan pandapat Slameto (1995: 102) yang menyatakan bahwa persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak 12 manusia. Melalui persepsi manusia terus-menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera penglihat, pendengar, peraba, perasa, dan pencium.

Lalu menurut Mr MRG di kelas : teori persepsi adalah pandangan hak individual yang sangat konkrit setiap umat manusia dimana dan kapan saja. Persepsi adalah pandangan kita berdasarkan sesuatu terhadap pengalaman hidup kita di masa lalu. Persepsi adalah sesuatu yang mampu memotivasi manusia untuk melakukan suatu apapun yang mereka sukai yang menurut mereka bahwa keputusan tersebut adalah keputusan yang terbaik. Oleh karena itu persepsi dianggap sebagai energi yang sangat kuat untuk membuat manusia berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan pandagan.

Manusia akan menentukan pesan mana yang dianggap penting dan pesan mana yang dianggap tidak menguntungkan sehingga diabaikan. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu, semakin sering berinteraksi dan berkomunikasi.

Berikut adalah 6 unsur budaya yang secara langsung mempengaruhi persepsi kita ketika berkomunikasi dengan orang lain menurut Larry A Samovar dan Richard E Porter :

  • Kepercayaan (beliefs)
  • Pandangan Dunia (world view)
  • Organisasi Sosial (Social Organisation)
  • Tabiat Manusia (Human Nature)
  • Orientasi Kegiatan (Activity Orientation)
  • Persepsi tentang diri orang lain (Perception of self and other)

Demikian lah jawaban dari tugas-tugas UTS pengantar ilmu komunikasi yang pak MRG berikan. semoga semua jawaban yang saya tulis sesuai dengan harapan bapak MRG . Terima kasih dan Salam .

Lasswell’s communication model Sesi Pengantar Komunikasi (7)

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Model Komunikasi MRGLasswell’s model of communication (also known as Lasswell’s communication model) describes an act of communication by defining who said it, what was said, in what channel it was said, to whom it was said, and with what effect it was said. It is regarded by many communication and public relations scholars as “one of the earliest and most influential communication models.” The model was developed by American political scientist and communication theorist Harold Lasswell in 1948 while he was a professor at Yale Law School. In his 1948 article “The Structure and Function of Communication in Society”, Lasswell wrote: Convenient way to describe an act of communication is to answer the following questions:

  1. Who
  2. Says What
  3. In Which Channel
  4. To Whom
  5. With What Effect?

View original post

Target Yang Harus Dicapai Oleh Seorang Masters Of Ceremonies

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Mustika Ranto Gulo, | retorika | Public Speeking | Orator |

Master Of Ceremonies

Explain five on the targets to be achieved by a Master of Ceremonies in the world of protocol formal and informal so as to have each instance the right

  1. On thematic, seorang MC harus tau persis tema apa yang akan disampaikan kepada khalayak. Sehingga dengan demikian maka seorang MC harus melakukan briefing dengan sangat ketat kepada panitia pelaksana acara. Semua acara memiliki tema khusus sehingga MC harus memahami hal-hal yang mendasar tentang tema termasuk latar belakang acara dan siapa saja yang hadir dalam acara dimaksud.
  2. On schedule (Run Down),  seorang MC harus mampu mencapai target atas run down acara yang sudah disusun lengkap dengan durasi setiap tahap acara. Jika ada perubahan judul topik, tentu harus tetap konsekwen terhadap Schedule time mengingat undangan atau audiens jangan terlalu lama menunggu.
  3. On opening, seorang MC harus…

View original post 143 more words

Perubahan sosial dan modernisasi

TEMPAT BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Perubahan Sosial dan Moderinisasi
Sebelum kita membahas tentang perubahan sosial dan modernisasi, kita harus tau dulu. Apa sih perubahan sosial itu? dan apa sih yg dimaksud modernisasi? Apakah ada keterkaitan di antara keduanya?
Perubahan sosial. Perubahan sosial adalah suatu proses berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, yg meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan kehidupan yg lebih baik. Pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami perubahan. Baik perubahan untuk dirinya sendiri atau perubahan untuk lingkungan sosialnya. Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang meng­alami perubahan yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Nah, sedangkan pengertian modernisasi adalah sutu proses perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern atau menuju ke arah yg lebih maju di dalam segala aspek. Perubahan sosial dan modernisasi memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena modernisasi lah perubahan sosial itupun terjadi.

Berikut…

View original post 1,233 more words